penjelasan input device(alat masukan) dan jenis-jenis nya

 

ALAT MASUKAN

Alat masukan (input device),adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan,yang dapat berupa masukan data ataupun masukan perogram.

Beberapa alat masukan mempunyai fungsi ganda,yaitu sebagai alat masukan dan sekaligus alat keluaran (output) untuk menampilkan hasil.

Golongan alat masukan

1.keyboard

Bagian-bagian keyboard:

a. Tombol Ketik (Typewriter Key)

b. Tombol Fungsi (Function Key)

c. Tombol Navigasi (Navigation Key)

d. Tombol Numpad (Numeric Keypad)

e. Tombol Ekstra (Extra Key)

2.pointing device

Pointing Device Merupakan penunjuk (pointer) yang dikenal dengn sebutan Kursor, Misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet. Alat tersebut dapat digerakkan kemana saja berdasarkan keinginan penggunanya. Mouse ini sangat dibutuhkan dalam melakukan aktivitas pada komputer.

Jenis-jenis mouse:

a. Mouse Ball (mouse bole)

adalah mouse yang menggunakan bola di bawahnya untuk menggerakan pointer. Mouse jenis ini banyak digunakan pada era 90-an. Tetapi hingga ini, masih banyak juga yang memakainya. Untuk menggunakan mouse ini, diperlukan alas yang disebut mousepad.

b. Mouse Optik

Merupakan perkembangan dari mouse jenis bola yang menggunakan sensor optik untuk menggerakan pointernya. Mouse optik ini lebih akurant dan nyaris bebas perawatan dibandingkan mouse yang masih menggunakan bola. Dalam penggunaanya, mouse ini tidak memerlukan mousepad.

c. TrackBall

Seperti mouse bola standar yang dibalik, boa terdapat di bagian atas. Untuk menggunakannya, kita menggerakkan bola tersebut dengan jari. Mouse ini sering digunakan pada laptop.

d. TrackPad

Yaitu berupa bantalan yang sensitif terhadap sentuhan. Untuk menggunakannya, kita cukup menggerakkan jari di atas bantalan (pad). Track pad ini biasanya digunakan untuk mouse pada laptop.

e. Integrated Pointing Device

adalah joysrick kecil yang terdapat pada sela-sela tombol keyboard. Untuk menggunakannya kita harus menggerakkan joystick tersebut.

f. Mouse Pen

yaitu mouse yang sekilas bentuknya seperti pena yang tersambung ke CPU dan dijalankan di atas mousepad khusus. Mouse ini sering digunakan untuk menggambar atau desain grafis.

3.scaner

Scanner adalah sebuah alat pemindai salah satu perangkat input pada komputer, merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menduplikat objek layaknya seperti mesin fotokopy ke dalam bentuk digital.

Jenis-jenis scaner:

a. Flatbed Scannery

Flatbed Scannery,merupakan scanner yang memiliki bentuk seukuran dengan kertas folio, sehingga scanner ini seperti mesin fotocopy tetapi dengan ukuran yang kecil.

b. PSC atau Print Scan Copy

PSC atau Print Scan Copy ,merupakan suatu perangkat yang memiliki multifungsi diantranya dapat digunakan sebagai scanner, dapat juga digunakan sebagai printer serta bisa digunakan untuk mesin fotocopy.

c. Handy scanner

Handy scanner,merupakan scanner yang bentuknya postcard yang biasa kita temui pada supermarket ataupun minimarket. Sebab dapat digunakan pada mesin kasir untuk membaca harga barang-barang yang terdapat pada bercode barang tersebut.

4.sensor

Sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, kelembaban, suhu, kecepatan dan fenomena-fenomena lingkungan lainnya. Setelah mengamati terjadinya perubahan, Input yang terdeteksi tersebut akan dikonversi mejadi Output yang dapat dimengerti oleh manusia baik melalui perangkat sensor itu sendiri ataupun ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan untuk ditampilkan atau diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.

Jenis-jenis sensor:

a. Akselerometer (Accelerometer)

Sensor Akselerometer adalah sensor yang mendeteksi perubahan posisi, kecepatan, orientasi, goncangan, getaran, dan kemiringan dengan gerakan indra. Akselerometer analog ini dapat digolongkan lagi menjadi beberapa yang berbeda berdasarkan variasi konfigurasi dan sensitivitas. Berdasarkan pada sinyal keluaran, Akselerometer analog menghasilkan tegangan variabel konstan berdasarkan jumlah percepatan yang diterapkan pada Akselerometer. Selain Akselerometer Analog, Akselerometer ini juga digital.

 

b. Sensor Cahaya (Light Sensor)

Sensor Cahaya atau Light Sensor adalah Sensor analog yang digunakan untuk mendeteksi jumlah cahaya yang mengenai Sensor tersebut. Sensor cahaya analog ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis seperti foto-resistor, Cadmium Sulfide (CdS), dan fotosel.

 

Light dependent resistor atau LDR dapat digunakan sebagai sensor cahaya analog yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan beban secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya.  Resistansi LDR akan meningkat apabila intensitas cahaya menurun. Sebaliknya, Resistansi LDT akan menurun apabil intensitas cahaya yang diterimanya bertambah.

 

c. Sensor Suara (Sound Sensor)

Sensor Suara adalah Sensor analog yang digunakan untuk merasakan tingkat suara. Sensor suara analog ini menerjemahkan amplitudo volume akustik suara menjadi tegangan listrik untuk merasakan tingkat suara. Proses ini memerlukan beberapa sirkuit, dan menggunakan mikrokontroler bersama dengan Mikrofon untuk menghasilkan sinyal output analog.

 

d. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)

Sensor Tekanan atau Pressure Sensor adalah Sensor yang digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang diterapkan pada sebuah sensor. Sensor tekanan akan menghasilkan sinyal keluaran analog yang sebanding dengan jumlah tekanan yang diberikan. Sensor piezoelektrik adalah salah satu jenis sensor tekanan yang dapat menghasilkan sinyal tegangan keluaran yang sebanding dengan tekanan yang diterapkan padanya.

 

e. Sensor Suhu (Temperature Sensor)

Sensor Suhu atau Temperature Sensor adalah Sensor tersedia secara luas baik dalam bentuk sensor digital maupun analog. Ada berbagai jenis sensor suhu yang digunakan untuk aplikasi yang berbeda.Salah satu Sensor Suhu adalah Termistor, yaitu resistor peka termal yang digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu. Apabila Suhu meningkat, resistansi listrik dari termistor akan meningkat juga. Sebaliknya, jika suhu menurun, maka resistansi juga akan menurun.

Baca juga : Pengertian Sensor Suhu dan Jenis-jenisnya.

 

f. Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensor)

Sensor Ultrasonik adalah jenis sensor non-kontak yang dapat digunakan untuk mengukur jarak serta kecepatan suatu benda. Sensor Ultrasonik bekerja berdasarkan sifat-sifat gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada rentang suara manusia. Dengan menggunakan gelombang suara, Sensor Ultrasonik dapat mengukur jarak suatu objek (mirip dengan SONAR). Sifat Doppler dari gelombang suara dapat digunakan untuk mengukur kecepatan suatu objek.

 

g. Sensor Giroskop (Gyroscope sensor)

Sensor Giroskop adalah sensor yang digunakan untuk merasakan dan menentukan orientasi dengan bantuan gravitasi bumi. Perbedaan utama antara Sensor Akselerometer dan Giroskop adalah bahwa Giroskop dapat merasakan rotasi di mana akselerometer tidak bisa.

 

h. Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor)

Sensor Efek Hall atau Hall Effect Sensor adalah sensor yang dapat mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik untuk pemrosesan rangkaian elektronik selanjutnya. Sensor Efek Hall ini sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi kedekatan (proximity), mendeteksi posisi (positioning), mendeteksi kecepatan (speed), mendeteksi pergerakan arah (directional) dan mendeteksi arus listrik (current sensing).

 

i. Sensor Kelembaban (Humidity Sensor)

Sensor Kelembaban atau Humidity Sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembaban suatu lokasi. Pengukuran Tingkat Kelembaban ini sangat penting untuk pengamatan lingkungan di suatu wilayah, diagnosa medis ataupun di penyimpanan produk-produk yang sensitif.

 

j. Sel Beban (Load Cell)

Sel Beban atau Load Cell adalah jenis sensor yang digunakan untuk mengukur berat. Input dari Load Cell ini adalah gaya atau tekanan sedangkan outputnya adalah nilai tegangan listrik. Ada beberapa jenis Load Cell, diantaranya adalah Beam Load Cell, Single Point Load Cell dan Compression Load Cell.

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

DASAR DESAIN GRAFIS pengertian dan contoh aplikasi

PENGERTIAN TKJ

pengertian topologi dan 6 jenisnya